Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Small Animal

INFECTIOUS TRACHEOBRONCHITIS/ KENNEL COUGH

Infectious tracheobronchitis (ITB) merupakan peradangan saluran pernapasan atas.  Penyakit ini tergolong ringan, tetapi bila diabaikan dapat menjadi fatal seperti bronchopneumonia pada anak anjing maupun bronchitis kronis pada anjing dewasa.  Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat pada hewan yang rentang dalam suatu populasi tertutup seperti pet shop, fasilitas penelitian, rumah sakit hewan atau kennel (Aiello 1998). Etiologi Agen yang menyebabkan penyakit ini dapat berasal dari virus atau bakteri. Agen utama penyebab ITB adalah canine parainfluenza virus (CPIV), canine adenovirus tipe 2 (CAV-2), dan Bordetella bronchiseptica.  Agen skundernya adalah canine herpesvirus, mammalian reoviruses, CAV tipe 1 (CAV-1), Streptococcus sp., Pasteurella sp., Pseudomonas  sp.,coliforms dan Mycoplasma.  

TEKNIK DAN PRINSIP RADIOGRAFI THORAK PADA HEWAN KECIL

Pendahuluan Sejak ditemukan pada tahun 1895,  sinar X telah diaplikasikan untuk kepentingan gambaran hewan kecil. Peralatan sinar X yang digunakan untuk pemeriksaan hewan kecil perlu tingkatan resolusi yang lebih tinggi. Radiografi thorak merupakan peralatan penting dalam pemeriksaan penyakit thorak maupun sistemik. Radiografi umumnya mudah, namun teknik yang teliti sangat diperlukan untuk menjamin perolehan kualitas film yang tinggi dan menghindari kesalahan diagnosa. Daerah thorak merupakan bagian yang sangat sulit untuk diinterpretasikan. Indikasi Indikasi radiografi thorak yaitu pemeriksaan penyakit intratorak dan pemeriksaan dan screening penyakit sistemik. Radiografi thorak digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan penyakit, lokasi penyakit, tipe lesio dan tingkat lesio, memberikan rincian diagnosa dan diferensiasinya dan mendokumentasikan perkembangan lesio.

HERNIA ABDOMINALIS PADA KUCING

Gambar 1. Hernia abdominalis kucing dan luka post-operasi.   Tujuan studi ini adalah memaparkan kasus bedah pada hewan kecil. Seekor kucing domestik dengan anamnesa terdapat luka dan penonjolan pada abdomen ventral mesogastrikus, dengan bobot badan 2,5 kg, suhu tubuh 38,8ÂșC, frekuensi nafas 32x/menit, frekuensi nadi 96x/menit. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa penonjolan abdomen bagian ventral mesogastrikus terdapat cincin hernia. Pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan hematologi, dan berdasarkan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan hematologi kucing ini didiagnosa menderita hernia abdominalis dengan prognosa fausta. Terapi yang diberikan untuk kasus ini adalah teknik bedah dengan laparotomi medianus, dan setelah dilakukan penyayatan di abdomen, diperoleh cincin hernia berukuran kurang lebih 1,5 cm. Penutupan cincin hernia dengan teknik operasi laparotomi merupakan cara yang tepat untuk menangani kasus ini karena dapat dimungkinkan cincin hernia semakin membesar. K...