Langsung ke konten utama

Postingan

Pemanfaatan Ultrasonografi untuk pemeriksaan saluran reproduksi kuda betina

Peralatan instrumentasi ultrasonografi modern telah tersedia dalam berbagai varian, dan memungkinkan bagi sebagian besar manusia untuk mengoperasikannya dengan mudah, namun demikian, harus disertai dengan pemahaman yang baik terhadap sifat fisika ultrasonografi dan interaksi fungsi peralatan dengan jaringan untuk memperoleh hasil yang baik.  Kualitas gambar yang dihasilkan juga akan sangat dipengaruhi oleh keterampilan seorang sonographer.  Diagnostik ultrasonografi menggunakan prinsip pulse-echo yang dapat menghasilkan gambar pada tayangan scanner yang berhubungan dengan accoustis impedance atau resistensi jaringan yang dijumpai ultrasound (gelombang suara frekuensi tinggi).  Ultrasound tidak dapat berpindah melalui udara (acoustic barrier).  Medium terbaik untuk penghantaran ultrasound adalah cairan dan dihantarkan melalui kompresi atau penghalusan gelombang-gelombang (Goddard 1995). Menurut Barr (1988) terdapat tiga jenis echo yang digunakan
Postingan terbaru

Siklus estrus kuda

Kuda pada umumnya memiliki siklus estrus normal 21-22 hari. Pada dasarnya aktifitas reproduksi kuda dipengaruhi oleh photoperiod, yang berarti kuda hanya berahi pada musim panas yang emiliki intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Beruntung di Indonesia yang beriklim tropis, mendapat cahaya matahari sepanjang tahun. Hal ini berarti, kuda di Indonesia dapat bersiklus estrus sepanjang tahun tanpa manipulasi ataupun perlakuaan tertentu.

INFECTIOUS TRACHEOBRONCHITIS/ KENNEL COUGH

Infectious tracheobronchitis (ITB) merupakan peradangan saluran pernapasan atas.  Penyakit ini tergolong ringan, tetapi bila diabaikan dapat menjadi fatal seperti bronchopneumonia pada anak anjing maupun bronchitis kronis pada anjing dewasa.  Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat pada hewan yang rentang dalam suatu populasi tertutup seperti pet shop, fasilitas penelitian, rumah sakit hewan atau kennel (Aiello 1998).


Etiologi
Agen yang menyebabkan penyakit ini dapat berasal dari virus atau bakteri. Agen utama penyebab ITB adalah canine parainfluenza virus (CPIV), canine adenovirus tipe 2 (CAV-2), dan Bordetella bronchiseptica.  Agen skundernya adalah canine herpesvirus, mammalian reoviruses, CAV tipe 1 (CAV-1), Streptococcus sp., Pasteurella sp., Pseudomonas  sp.,coliforms dan Mycoplasma.  

TEKNIK DAN PRINSIP RADIOGRAFI THORAK PADA HEWAN KECIL

Pendahuluan Sejak ditemukan pada tahun 1895,  sinar X telah diaplikasikan untuk kepentingan gambaran hewan kecil. Peralatan sinar X yang digunakan untuk pemeriksaan hewan kecil perlu tingkatan resolusi yang lebih tinggi. Radiografi thorak merupakan peralatan penting dalam pemeriksaan penyakit thorak maupun sistemik. Radiografi umumnya mudah, namun teknik yang teliti sangat diperlukan untuk menjamin perolehan kualitas film yang tinggi dan menghindari kesalahan diagnosa. Daerah thorak merupakan bagian yang sangat sulit untuk diinterpretasikan. Indikasi Indikasi radiografi thorak yaitu pemeriksaan penyakit intratorak dan pemeriksaan dan screening penyakit sistemik. Radiografi thorak digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan penyakit, lokasi penyakit, tipe lesio dan tingkat lesio, memberikan rincian diagnosa dan diferensiasinya dan mendokumentasikan perkembangan lesio.

Kebuntingan Kembar Pada Kuda

Asal terbentuknya kebuntingan kembar umumnya adalah dizigotik. Zigositas mengacu pada asal kembar.  Kembar dizigotik berasal dari dua buah oosit yang dibuahi secara terpisah oleh dua spermatozoa.  Sedangkan monozigotik mengacu pada kembar identik yang berasal dari pembuahan satu oosit.  Tiga hal umum yang telah dikenal mengenai kebuntingan kembar, yaitu kembar berulang pada indukan yang sama, tingkat kebuntingan kembar bervariasi berdasarkan jenis, dan pejantan yang sangat fertil.  Secara historis kebuntingan kembar menyebabkan kerugian ekonomi karena akan terjadi aborsi, kematian fetus atau embrio, atau kelahiran anak kuda kerdil.  Kuda yang mengalami aborsi menyebabkan terjadinya kerusakan pada saluran reproduksi dan sulit untuk dikembangbiakan lagi (McKinnon et al. 2011).

HERNIA ABDOMINALIS PADA KUCING

Tujuan studi ini adalah memaparkan kasus bedah pada hewan kecil. Seekor kucing domestik dengan anamnesa terdapat luka dan penonjolan pada abdomen ventral mesogastrikus, dengan bobot badan 2,5 kg, suhu tubuh 38,8ÂșC, frekuensi nafas 32x/menit, frekuensi nadi 96x/menit. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa penonjolan abdomen bagian ventral mesogastrikus terdapat cincin hernia. Pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan hematologi, dan berdasarkan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan hematologi kucing ini didiagnosa menderita hernia abdominalis dengan prognosa fausta. Terapi yang diberikan untuk kasus ini adalah teknik bedah dengan laparotomi medianus, dan setelah dilakukan penyayatan di abdomen, diperoleh cincin hernia berukuran kurang lebih 1,5 cm. Penutupan cincin hernia dengan teknik operasi laparotomi merupakan cara yang tepat untuk menangani kasus ini karena dapat dimungkinkan cincin hernia semakin membesar.


Kata kunci: kucing, hernia, abdominalis, laparotomi.


Pericarditis Traumatica pada Sapi

Pericarditis merupakan peradangan pericardium disertai dengan akumulasi produk radang berupa serosa atau fibrinosa. Pericarditis pada sapi umumnya diakibatkan oleh adanya benda asing pada retikulum kemudian menembus dinding retikulum, diafragma dan kantong pericardium. Gejala utama pericarditis adalah tachycardia, suara jantung meredup dan tidak sinkron, distensi vena jugularis dan submandibularis, udema pada dada dan ventral abdomen. Tes glutaraldehyde merupakan alat diagnosis penting karena menunjukkan positif pada >90% sapi penderita pericarditis. Temuan tes laboratorium yaitu leukocytosis dan hyperfibrinogenaemia (menunjukkan peradangan), peningkatan aktivitas enzim hati (kongesti pada hati).